Rabu, 22 April 2020

Analisis Perancangan Kerja

Study 17 gerakan therbling 

Study gerakan (Motion Study) therbling merupakan analisa yang dilakukan terhadap gerakan bagian badan pekerja dalam menyelesaikan pekerjaannya. 


Tujuan study 17 gerakan therbling, yaitu : 
  1. Mengoptimalkan gerakan efektif 
  2. Menghilangkan gerakan tidak efektif 
  3. Penghematan waktu kerja 
  4. Penghematan penggunaan fasilitas kerja 
Adapun penjelasan dari 17 gerakan dasar yang diteliti oleh Frank B.Gilbert, yaitu : 
  • Mencari (Search) 
Elemen gerakan mencari merupakan gerakan dasar pegawai untuk menemukan lokasi objek, menggunakan mata. Contoh : Mencari letak komputer yang akan digunakan mengetik. 
  • Memilih (Select)
Gerakan untuk menemukan suatu objek yang tercampur menggunakan tangan dan mata, baru berhenti bila objek sudah ditemukan. Contoh : Mencari sebuah file pada tumpukan berkas. 
  • Memegang (Graps)
Gerakan untuk memegang objek, biasanya didahului dengan gerakan menjangkau dan dilanjutkan dengan gerakan membawa. Contoh : Memegang file yang telah ditemukan kemudian membawanya ke meja kerja. 
  • Menjangkau (Reach) 
Gerakan tangan berpindah tempat tanpa beban, baik gerakan mendekati maupun menjauhi objek. Contohnya : Menjangkau mouse komputer ketika menggunakan komputer. 
  • Membawa (Move)
Gerakan berpindah tangan dimana tangan dalam keadaan dibebani. Contoh : Membawa laptop keruang kerja. 

  • Memegang untuk memakai (Hold)
Gerakan memegang tanpa menggerakan objek yang sedang dipegang. Contoh : Menggunakan komputer ketika mengetik. 
  • Melepas (Release) 
Terjadi ketika pegawai melepaskan objek yang dipegangnya, berawal dari pegawai mulai melepaskan tangannya dari objek dan berakhir bila seluruh jarinya tidak menyentuh objek lagi. Contoh : Menutup telepon. 
  • Mengarahkan (Position) 
Didahului oleh gerakan mengangkut dan diikuti oleh gerakan merakit (assembling). Contoh : Menggeser meja kerja kedekat dinding. 
  • Mengarahkan sementara (Preposition) 
Elemen gerak menuju pada tempat sementara. Contoh : Memindahkan pulpen dari tempatnya dan diletakkan di meja kerja. 
  • Pemeriksaan (Inspect) 
Pekerjaan memeriksa objek untuk mengetahui apakah objek tersebut telah memenuhi syarat tertentu atau belum. Contoh : Memeriksa tinta printer. 
  • Perakitan (Assamble) 
Gerakan untuk menghubungkan satu objek dengan objek lain sehingga menjadi satu kesatuan. Contoh : Menyambungkan mouse pada laptop. 
  • Lepas rakit (Dissamble) 
Dua bagian objek yang dipisahkan dari satu kesatuan. Contoh : Melepaskan mouse pada laptop ketika selesai digunakan. 
  • Memakai (Use) 
Bila satu tangan atau kedua tangan digunakan untuk menggunakan alat. Contoh : Mengetik file. 
  • Kelambatan yang tidak dapat dihindarkan (Un avoidable delay) 
Kelambatan disini maksudnya adalah kelambatan yang terjadi diluar kemampuan pengendalian pegawai. Contoh : Ketika ingin mencetak berkas, ternyata printernya rusak. 
  • Kelambatan yang dapat dihindarkan (Avoidable delay) 
Disebabkan oleh hal-hal yang ditimbulkan sepanjang waktu kerja oleh pegawai, baik disengaja maupun tdiak. Contoh : Pegawai yang sedang mengalami masalah pribadi tidak bisa berkonsentrasi pada pekerjannya. 
  • Merencana (Plan) 
Proses mental dimana operator berfikir untuk menentukan tindakan yang akan diambil selanjutnya. Contoh : Seorang pegawai telah selesai mengerjakan suatu pekerjaannya, dia berencana menyerahkannya kepada atasannya. 
  • Istirahat untuk menghilangkan Fatique (Rest to overcome fatique)
Terjadi pada setiap siklus kerja, tetapi secara periodik waktu untuk memulihkan kembali kondisi badan dari rasa fatique sebagai akibat kerja berbeda-beda, tidak saja karena jenis pekerjaannya tetapi juga karena pegawainya. Contoh : Hari sabtu libur bekerja. 

Selasa, 31 Maret 2020

MANAJEMEN KINERJA

PENGERTIAN MANAJEMEN KINERJA 

Manajemen Kinerja merupakan suatu proses di mana seorang manajer dan karyawannya bekerja sama untuk merencanakan, memantau, dan meninjau kembali objektif atau sasaran kerja karyawannya agar dapat memberikan kontribusi secara keseluruhan untuk organisasi atau perusahaan. Dalam kata lain dapat diartikan pula sebagai sebuah proses berkelanjutan dari penetapan tujuan, penilaian terhadap kemajuan dan memberikan bimbingan serta umpan balik (feedback) untuk memastikan bahwa setiap karyawan dapat memenuhi tujuan dan sasaran karir mereka.
Manajemen Kinerja merupakan sebuah proses komunikasi, yang dilakukan dalam konteks kemitraan, antara seorang pekerja dengan atasannya yang melibatkan pengharapan dan pemahaman yang jelas akan:1. Fungsi kerja yang diharapkan dari karyawan.2. Bagaimana hasil kerja karyawan dapat memberikan sumbangan pada tujuan organisasi atau perusahaan.3. Apa saja indikator sukses atau keberhasilan kerja dengan standar yang lebih spesifik.4. Apa saja yang akan dilakukan untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja karyawan.5. Bagaimana cara mengukur kinerja karyawan.6. Mengenali dan membereskan penghalang kinerja karyawan.
TUJUAN MANAJEMEN KINERJA :
1. Membantu karyawan dalam mengidentifikasi pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk melakukan pekerjaannya secara efisien, serta dapat mendorong mereka untuk melakukan tugas yang benar dengan cara yang benar.
2. Meningkatkan kinerja karyawan dengan mendorong pemberdayaan karyawan, motivasi dan penerapan mekanisme penghargaan secara efektif.
3. Meningkatkan sistem komunikasi dua arah antara Supervisor/Manajer perusahaan dan karyawan untuk dapat memperjelas ekspektasi perusahaan tentang peran dan akuntabilitas karyawan dalam melakukan pekerjaan, mengkomunikasikan tujuan fungsional dan organisasi serta memberikan umpan balik yang teratur serta transparan sehingga dapat meningkatkan kinerja karyawan dan pembinaan berkelanjutan.
4. Mengidentifikasi hambatan untuk kinerja yang lebih efektif dan menyelesaikan hambatan tersebut melalui pemantauan, pembinaan, dan pengembangan.
5. Menciptakan dasar untuk beberapa keputusan administratif mengenai perencanaan strategis, perencanaan suksesi, promosi, kompensasi serta pengupahan berdasarkan kinerja.
6. Meningkatkan pengembangan diri pribadi karyawan dan kemajuan dalam karir karyawan dengan membantu mereka untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diinginkan.

Materi manajemen kinerja
Maaf apabila terdapat salah-salah kata
Terima kasih sudah mampir ke blog saya, mampir juga ke blog saya yang lainnya😄
2020, penulis 

Jenis-jenis pengujian tidak merusak

Jenis-jenis pengujian tidak merusak antara lain adalah sebagai berikut : 

1. PENGAMATAN (VISUAL INSPECTION)  
Visual Inspection merupakan salah satu pengujian yang sangat sederhana tanpa memrlukan peralatan yang khusus, biasanya hanya menggunakan kacamata pembesar, senter, dan alat pendukung lainnya. Untuk melakukan pengujian secara visual hanya perlu melakukan pengamatan pada spesimen bahan, sangat efektif untuk mendeteksi cacat makroskopik atau cacat permukaan besar. Misalnya, cacat paada hasil pengelasan yang kurang baik.

2. PENETRANT INSPECTION (LIQUID DYE) 
Liquid Penetrant Inspection adalah salah satu metode pengujian tidak merusak yang paling banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan, hal tersebut karena liquid penetrant inspection relatif mudah digunakan dan sangat fleksibel untuk berbagai macam penggunaan. Prinsip kerja metode ini didasarkan pada kemampuan cairan untuk masuk kedalam celah-celah permukaan yang mengalami cacat. Dengan metode ini cacat pada permukaan akan terlihat, caranya adalah dengan memberikan cairan berwarna terang pada permukaan meterial yang diinspeksi.

3. MAGNETIC PARTICLE INSPECTION (MPI) 
Magnetic Particle Inspection merupakan salah satu metode yang digunakan dalam pengujian tidak merusak (NDT), dengan metode ini cacat pada permukaan (surface) dan dibawah permukaan (subsurface) suatu benda dari bahan ferromagnetik dapat diketahui dan diinspeksi. Prinsip kerja dari metode magnetic particle inspection ini adalah dengan cara memegnetisasi bahan yang akan diuji. Apabila terdapat cacat atau defact yang tegak lurus terhadap arah medan magnet maka akan menyebabkan kebocoran pada arah medan magnet. Kebocoran medan magnet ini mengindikasikan adanya cacat pada material. Metode yang dipakai untuk mengetahui adanya kebocoran pada medan magnet yaitu dengan menaburkan partikel atau serbuk magnetik pada permukaan benda uji. Partikel atau serbuk magnet yang sudah ditaburkan kemudian akan berkumpul tepat pada area yang terdapat kebocoran medan magnet.

4. EDDY CURRENT TESTING
Eddy Current Testing merupakan salah satu metode pengujian tidak merusak yang menerapkan prinsip elektromagnet untuk melakukan pengujian atau inspeksi, yaitu terdapat sebuah kumparan yang dialiri arus listrik yang berfungsi untuk membangkitkan medan magnet didalamnya. Apabila medan magnet tersebut diaolokasikan pada benda logam yang akan membangkitkan arus eddy. Arus eddy tersebut kemudian akan menginduksikan adanya medan magnet yang terdapat pada kumparan dan mengubah impedansinya apabila terdapat cacat atau defact dapat dilihat saat menaburkan serbuk megnetik diatas permukaan material.

5. ULTRASONIC INSPECTION 
Ultrasonic Inspection merupakan salah satu metode pengujian tidak merusak yang memanfaatkan gelombang atau getaran pada frekuensi yang tinggi. Ultrasonic inspection dapat digunakan untuk menentukan kedalaman cacat atau defact secara spesifik yang meliputi besar dan letak cacat tersebut. Dalam pengujian ultrasonic digunakan perlengkapan atau alat-alat yang lain yaitu probe sebagai penghasil getaran dengan frekuensi tinggi serta dibutuhkan couplant yaitu cairan pelapis pada permukaan benda uji.

6. RADIOGRAPHIC TESTING 
Radiographic Testing adalah salah satu jenis pengujian tidak merusak dengan memanfaatkan radiasi sinar gama dan sinar-x. Prinsip kerjanya yaitu, sinar-x tersebut akan dipancarkan pada benda uji dan menembus permukaan material tersebut. Pada saat menembus bidang atau objek, sebagian sinar yang menembus akan diserap sehingga intensitas sinar akan berkurang. Intensitas akhir sinar kemudian direkam dan dicatat pada film yang sensitif. Jika ada defact atau cacat pada benda uji maka intensitas sinar yang tercatat pada film bervariasi. Hasil rekaman film ini yang akan menunjukan letak dan bagian pada material yang mengalami defact atau cacat.


Materi tentang Pengetahuan Bahan
Mohon maaf apabila ada kata-kata yang salah,
Karena disini saya pun juga ikut belajar
Terima kasih sudah mampir diblog saya, mampir juga ke blog saya yang lainnya😄
2020, penulis